Senin, 19 November 2012

Antologi Puisi Bertema "Ibu" Karya Siswa Kelas XII IPA-1


Kategori Pendeklamasian Puisi “Terbaik”

KEMBALILAH PADA IBU

Karya : Rizky Apriani

Pernah ku potret wajah seorang ibu
Yang kecewa terhadap anaknya
Dari cabang bayi dia memimpikan
Impiannya hanya satu, ingin anak yang berguna dan berbakti
                        Sang anak yang lupa akan dirinya sendiri
                        Bahwa darah dan tulangnya berasal dari air susu ibunya
                        Takan mungkin seorang anak menjadi raja
                        Jika dibumi ini tak ada kasih saying ibu
Sang raja kehidupan yang tak pantas hidup
Karena tak mengindahkan ibunya sendiri
Lautan boleh kau miliki, gunung boleh kau pecahkan
Tapi janganlah sesekali menggoyahkan
Surge ditelapak kaki ibumu
Tak’kan ada yang memuji setulus ibu . . .

AKU TANPAMU (IBU)
Karya : M. Yusran

Aku . . .
Layaknya malam tanpa bintang . . .
Seakan bunga tanpa kumbang . . .
Bak sebuah istana megah tanpa tiang . . .

Tiadalah aku tanpa kamu . . .
Hidupku tak terarah tanpa tuntunan mu . . .
Nafasku ini adalah nafasmu . . .
Tak bisa ku bayangkan bila aku tanpamu . . .

Ibu . . . .

MALAIKAT HIDUPKU
Karya : Yuvita Sari

Sebelum aku dilahirkan ke dunia ini
Kau sangat ingin menantikan kehadiranku
Menghitung hari demi hari, bulan demi bulan
Sampai saatnya ku lahir ke dunia ini
                        Rasa sakit yang kau rasakan
                        Rasa lelah yang kau rasakan
                        Tak kan pernah menjadi suatu masalah bagimu
                        Bahkan kau bisa selalu tersenyum kepadaku
Pada saatnya aku dilahirkan ke dunia ini
Kau rela mempertaruhkan nyawamu
Hanya demi memperjuangkan kelahiranku
Oh ibu kau adalah malaikat hidupku
                        Kasihmu, timang mu, nyanyianmu
                        Dapat membuat ku terhibur
                        Belaianmu, pelukan hangatmu
                        Dapat membuat ku terlelap dari ketakutan
Ibu . . .
Maafkan aku
Aku hanya bisa mendoakan mu
Membuat mu bahagia,
Akan tetapi semua itu tak ada bandingnya
Dengan semua yang kau berikan kepadaku
Ibu . . .
I LOVE YOU !!!!


IBU
Karya : Rajib Nor Rakhim

Setiap hari kau terbarkan senyum
Kepada aku dan anak-anakmu . . .
Walau aku tak thu apa yang kau rasakan
Saat ini . . .
Karna kau aku ada disini hanya untukmu . . .
Ibu . . .
Kau akan slalu ku saying
Hingga bintang tak bersinar lagi
Hingga nyawaku tak ada lagi disini . . .
Oh ibu . . .
Ku hanya bias berterima kasih
Ku hanya bias berdo’a
Untukmu . . . ibu
Maafkan kesalahan yang selama ini
Membuat hatimu terluka
Ibu . . .
Kau adalah pernyejuk hatiku . . .


HIDUPKU IBUKU
Karya: Mahdalena

Belaian-belaian jiwa
Disetiap nafasku
Sentuhan kasih
Disaat ku duka
Semangat kau beri
Di dalam sepi hatiku
Senyuman tulus
Dari letih wajahmu
Selalu menghiasi hari-hari ku
Ada harapan dalam ucapanmu
Untuk anakmu ini dimasa depan
Ku hanya berdoa untuk mu
Agar kau selalu bersinar
Selamanya direlung jiwa di tepi samudera hidupku
Ibu . . .
Terimakasih atas kepercayaan mu kepada ku
Walau aku menjadi goresan luka dihatimu
Ibu . . .
Ku ingat dirimu
Disetiap denyut nadiku
Tuhan . . .
Terimakasih  untuk hidup ibu ku
Karna ibu adalah hidupku


JAUH DARI IBU

Karya : Siti Aisyah
Wanita yang ku puja
Wanita yang kan slalu ku jaga
Slalu ada
Disetiap duka ku maupun suka
                        Dikala itu . . .
                        Kau ada untuk ku
                        Kau temani tidurku
                        Kau sapa pagi ku
                        Kau jaga aku
Tapi . . .
Ku tersadar
Sekarang kau tiada
Meninggalkan ku dalam duka
                        Ibu . . .
                        Disetiap nafas ku . . .
                        Di detak jantung ku . . .
                        Di langkah kata ku . . .
                        Ku slalu terbayang akan wajahmu . . .
Sungguh ibu . . .
Aku tak bisa . . .
Jauh dari mu . . .
Membuat ku tersiksa
                        Tiada yang paling berharga bagiku
                        Hanya wanita yang melahirkan ku
                        Hanya engkau . . . wahai ibuku . . .


SAYANGI AKU, IBU

Karya : Anita Lestari
Sayangi aku, ibu . . .
Karena hanya itu yang ku mau
                        Marahilah aku, jika itu adalah bahagiamu
                        Caci maki aku, ibu . . . jika itu senyum untuk mu
                        Sakitilah aku sepuas hati mu, ibu . . .
Aku rela . . .
Karena aku sayang padamu
Aku rela . . .
Tapi dua pinta ku, sayangi lah aku, ibu
Jangan putuskan ikatan ku sebagai anak mu
                        Sebab aku sayang padamu
                        Yang membuat ku tetap mempertahankan nafas ku
                        Aku sayang pada mu . . .
Aku marah, aku kecewa
Tapi aku lemah . . .
Aku sedih, tapi aku ahnya bisa meneteskan air mata
Aku benci, tapi ku tau kau lebih benci pada ku
                        Sebab aku sayang padamu
                        Yang membuat ku tetap mempetahankan nafasku
                        Aku sayang padamu
Izinkan aku menyayangimu, ibu . . .
Hingga aku lelah nanti
Hingga ku tunggu senja menutup senyum mentari di pagi ku
Menghapus pelangi disiang ku
Dan malam menyisakan senyum ku, untuk mu
                        Hingga aku lelah nanti
                        Ku tutup mata ini . . .
                        Sayang aku, ibu . . .
                        Sebab aku menyayangi mu


Kategori Pendeklamasian Puisi “Sangat Baik”

SELIMUT HIDUPKU
Karya : Solehah

Di gelapnya malam
Dia hadir sebagai rembulan
Di heningnya gubuk
Dia tuangkan kelapangan
                        Terpecahnya karang
                        Tak menggoyahkan ketenangan
                        Namun, dibalik senyumannya
                        Tersimpan keretakan
Kasih sayangnya tak terlukiskan
Pengorbanannya tak terbayangkan
Perjuangannya tak terhapuskan
                        Dialah senandung rindu
                        Pelita hidupku
                        Pelindung jiwaku
Dialah ibuku
Selimut hidupku . . .


IBU
Karya : Ratna Ansyari

Ibu jasamu sungguh besar kepadaku
Ibu . . . engkaulah pujaan hati
Yang selalu menemaniku disaat aku
Sedang suka dan duka.
Ibu . . . engkaulah matahari yang selalu
Menyinari disetiap hari-hariku
Aku akan selalu sayang ibu


PERJUANGAN SEBUAH HARAPAN

Karya : Rumaisa

Pagi nan cerah
Diiringi dengan lambayanmu
Ibu . . .
Kau langkahkan kaki
Mengawali perjuanganku
Kau panjatkan doa
Mengiringi kepergian ku

Ibu . . .
Kau wanita terhebat yang pernah ku miliki
Menjadi paying di tengah derasnya hujan
Menjadi lilin di tengahb gelapnya malam

Ibu . . .
Maafkan aku yang belum bisa membahagiakanmu
Maafkan aku yang belum bisa membalas kasih sayangmu
Ku terdiam dalam sunyi nan hening
Bersujud dalm gelapnya ruang
Keselamatan mu
Kesehatanmu
Dan kebahagiaan mu
Adlaah harapan untuk ku
Ibu kau lah yang terbaik
Dahulu, kini, esok dan selamanya . . .


ENGKAU HEBAT IBU
Karya : M. Adrian

Ibu . . .
Adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
Tatkala kaki-kaki ku belum kuat untuk berdiri
Tatkala perutku terasa lapar dan haus
Tatkala ku terbangun di waktu pagi, siang dan malam
Engkau korbankan segala untuk ku
                        Ibu . . .
                        Jasamu tiada terbalas
                        Jasamu tiada terbeli
                        Jasamu tiada akhir
                        Jasamu tiada lara
                        Jasamu terlukis indah di dalam surge
Ibu . . .
Hanya doa yang bisa kupersembahkan untukmu
Karena jasamu
Tiada terbalas
                        Hanya tangismu sebagai saksi
                        Atas rasa cintaku padamu


IBU
Karya : Haderiansyah

Ibu
Kau bagai setiti embun di padang pasir
Yang member kesejukan dalam kehidupanku
                        Ibu
                        Kau bagai sebatang lilin yang menerangi
                        Setiap kegelapan dalam hidupku
Ibu
kau bagaikan bara api yang selalu menghangatkan
Diriku dalam kesehidupanku
                        Maafkan aku ibu yang tak sempat membahagiakanmu
                        Ibu aku akan selalu mendoakan mu semoga kau tenang
                        Dalam tidur panjangmu
                        Disini aku selalu merindukan mu ibu . . .


PAHLAWAN KU
Karya : Oktavia

Hadirnya mentari
Hingga kala senja datang
Kau tak pernah
Mengenal lelah . . .
                        Kau ulurkan waktumu
                        Hanya demi mencari sesuap nasi
                        Kau rela berkorban demi anakmu
                        Tak kenal panas
                        Tak kenal hujan
                        Kau lewati dengan senyuman
Ibu . . .
Kau pahlawan ku
Namamu selalu di hati ku


ARTI SENYUMAN SEORANG IBU
Karya : Raudatul Jannah

Dalam senyum mu
Kau sembunyikan letihmu
Hingga hari itu datang lagi
Kau tetap bersemangat mencari rezeki
Walau banyak cacian menerpa
Kau anggap itu hanya angin yang berhembus
                        Bukan setumpuk emas yang kau harapkan dalam kesuksesan ku
                        Bukan gulungan uang yang kau minta dalam keberhasilanku
                        Bukan juga sebatang mendali emas dalam kemenangan ku
                        Tapi hanya kebahagiaan yang terpancar dari wajahku
Ibu . . . kau berlian dihatiku
Derai air matamu mengurai
Sebuah harap disetiap
Sholat malam mu
                        Ibu. . . . jangan benci aku
                        Jika aku membuatmu menangis
Terimakasih ibu atas semua
Yang kau berikan padaku


MY LOVE IBU
Karya : Norman Prasetyo

Ibu . . .
Tlah kau luangkan begitu banyak waktu
Hanya tuk menjagaku
Tlah kau hempaskan kepen………….mu
Hanya tuk mengurusku
                        Ibu . . .
                        Remuk hatiku ini . . . melihat mu menangis
                        Hancur raga ini melihatmu terluka
                        Mati raga ini bila kau tiada
Ibu . . .
Hanya doa yang bisa ku persembahkan
Untukmu
Karena jasamu
Tiada terbalas
                        Hanya tangisku sebagai saksi
                        Atas rasa cintaku padamu


MERINDUKAN
Karya : Milawati
Cahaya terang dan gelap
Silih bergant menyelimutiku
Saat sang mentari datang
Membawa kabar tentang diriku
Saat sang rembulan datang
Menghampiri mu dengan kabar dari ku
                        Dimana ibu . . .
                        Dimana wajahmu yang selalu
                        Ku bayangkan selama ini
                        Ku hanya ingin menjadi setitik
                        Emas dalam hidupmu
Apakah ku bias melihat wajah yang
Selama ini disembunyikan dari ku
Ya allah . . .
Berikan ku jalan untuk menggapai wajahnya
Itu sebelum ku menutup mata


KEBAHAGIAAN IBU
Karya: Norhayati

Ya Allah . . .
Tidak ada kebahagiaan yang lebih
Membahagiakan saat aku melihat
Kebahagiaan di wajah ibuku . . .
                        Ya tuhanku
                        Bahagiakanlah dia semasa hidupnya . . .
                        Jangan biarkan ada setetes air mata
                        Yang menetes di pipinya . . .
Ya allah . . .
Izinkan aku memberi kebahagiaan
Pada ibuku . . .
Ibu . . .
Kau adalah pelita hidupku, penerang
Jalanku, semangat hidupku . . .
Yang bahagia karna kehadiranku

Terimakasih ibu . . .
                       
IBU
Karya : Rahmiati

Ibu
Kasih sayangmu padaku
Tak lekang dimakan waktu
Anakmu . . .
Yang mungkin seringkali menentangmu
Bahkan mungkin menyakiti perasaanmu
Ibu . . .
Masih pantaskah aku yang berdosa ini menjadi anakmu
Tapi . . .
Aku pun tak sanggup jauh darimu . . .
Ibu . . .
Sungguh tak ada sedikitpun niatku untuk melukaimu . . .
Tuhan andai aku boleh meminta
Aku ingin bertukar bahagiaku menjadi bahagianya
Agar dia tak pernah merasakan luka
Karena bahagianya adalah bahagiaku


PENGORBANAN SEORANG IBU
Karya : Widya Astuti
Ketika mataku terbuka
Kehadiran seorang ibu
Memberikan hari-hari yang berbeda
Dia menjagaku dengan keikhlasan
                        Seakan-akan satu kesalahan
                        Tidak ada dimilikinya
                        Karena prilaku yang dia lakukan
                        Dengan penuh perasaan terhadap anak-anaknya
Saat aku berada didekatnya
Aku merasa hal yang bahagia
Tetapi ketika aku jauh darinya
Perasaanku hampa tanpa ada seorang ibu dihadapanku
                        Detik-detik walaupun sangat berharga
                        Tanpa kehadirannya
                        Hari-hari sunyi tanpa ada kegiatan
                        Yang dilakukan
Kehidupanku tidak akan lengkap
Jika dia tidak hadir dalam hari-hari ku
Karena seorang ibu merupakan malaikat
Yang hadir untuk mewarnai hidupku



Kategori Pendeklamasian Puisi “Baik”

BUNDA
Karya: Jumiyanti

Bunda
Dari kecil kau memeliharaku dengan baik
Walau terkadang kau sering memarahiku
Itu pun karna kenakalanku di waktu kecil
                        Bunda . . .
                        Betapa sedih hatiku
                        Saat kau tak berada satu
                        Atap dengan ibunda tercinta
Tahukah kau bunda . . .
Saat kau pergi jauh
Saat kau tak berada disini
Aku sangat merindukan dirimu

                        Aku menjadi tahu betapa
                        Susah menjadi seorang bunda
                        Dari bekerja sampai kau
                        Terlelap tidur
Sekarang ku harus mengerjakan
Itu sendiri, ku harus berjuang sendiri
                        Dari pagi ku harus mengerjakan pekerjaan rumah,
                        Sekolah, sampai terlelap tidur
Tak ada habisnya kegiatanku
Setiap hari, betapa lelahnya . . .
                        Setiap hari ku slalu teringat pada mu bunda,
                        Sekian lama penantian ini . . .
                        Akhirnya aku bias berkumpul lagi
                        Dengan bunda tercinta



CINTA KASIH SEORANG IBU
Karya: Rahmad Ronaldi

Ibu kau memberikanku hidup
Kau memberikanku kasih sayang
Tulusnya cintamu, putihnya kasihmu
Tak akan pernah terbalas
                        Ku ingat saat itu
                        Saat dimana kumerasakan
                        Hangatnya di dalam dekapanmu
                        Sehingga memberikanku
                        Kebahagiaan dan kedamaian
Ku ingat saat itu
Saat dimana ku merasakan
Eratnya pelukmu, nikmatnya belaimu
Tak akan pernah terlupakan
                        Wahai ibuku sayang
                        Ku selalu mendoakan mu
                        Semoga tuhan membalas
                        Semua yang kau berikan padaku
Oh tuhan berikanlah selalu
Kedamaian di dalam hidupnya
Oh ibu putih kasihmu
Kan abadi di dalam hidupku


BUNDA
Karya : M. Kamarullah

Bunda. . .
Dikala ku sebut namamu
Tampak olehku wajah manismu
Senyummu menyiratkan kasih saying
Sinar matamu melambangkan ketulusan
                        Bunda . . .
                        Kau laksana sang surya
                        Menerangi relung-relung jiwa
                        Kau bagaikan embun pagi
                        Menyejukkan kedamaian hati
Oh bunda . . .
Jasamu tiada tara menjamu
Melambangkan cinta
Meski kini kau telah tiada bayangmu
Selalu menyapa
Kasihmu hidup sepanjang masa



TERIMA KASIH IBU
Karya : Faturrahman

Ibu kau lah
Cahaya dalam kegelapan
Ibu kau lah
Pelangi di setiap badaiku
Namun . . .
Apa yang dapat ku berikan untukmu
Sebesar apapun
Jasa ku untuk mu
Tak bisa ku
Membalas semua jasamu
Terima kasih ibu
Akan semua pengorbananmu
Untuk ku. . .



IBU
Karya : Nor Asiah

Ibu, sungguh besar pengorbananmu kpadaku
Engkau rela mengorbankan nyawamu demi aku
Tak pernah letih kau menjagaku, menasehatiku, dan membimbing ku
Hingga aku dewasa
                        Ibu, kau adalah segala-galanya untukku
                        Tanpamu aku bukanlah apa-apa
                        Ibu, engkaulah yang selalu mengerti aku
                        Walaupun terkadang aku salah mengartikannya
                        Ibu, engkau sangat berarti bagiku
                        Terimakasih ibu . . .


IBU
Karya : Wahyudi

Ibu . . .
Engkau bagaikan semerbak cahaya
Engkau bagaikan lukisan terindah di dalam hidupku
                        Tanpamu aku hanya noda
                        Tanpamu aku bukanlah apa-apa
                        Dan tanpamu jua aku tak hadir ke dunia ini
Sgala jasamu, jerih payahmu, pengorbanan dan kasih sayangmu
Telah menjadi daging di tubuhku
                        Namun semua itu tak pernah engkau keluhkan
                        Semua itu hanya kau lakukan untuk anakmu ini
                        Tak pernah engkau pinta balas aku pamrih terhadapku
Oh . . . ibu, bagaimana aku harus membalasmu
Bagaimana aku harus menuangkan kasih saying, dan pengorbanan terhadapmu

Ibu . . . .
Kau lah pelita di hidupku
Sgala jasamu, kasih sayangmu akan tetap terukir indah
Di dalam sanubariku . . .

Oh ibu, engkaulah nyawa di hidupku . . .
Terima kasih ibu . . .


DOA UNTUK IBU
Karya: M. Amin Nazir

Ibu . . . .
Tanpa dirimu aku bukanlah siapa-siapa
Terima kasih kau telah mengajariku
Aku hanya manusia yang lemah
Yang membutuhkan kekuatan
                        Kau merawatku dengan penuh kasih
                        Sayang, tanpa balasan
                        Cinta kasihmu dan perjuanganmu
                        Bergelora demi aku anakmu
Ya allah . . . !
Berilah kesehatan pada ibuku
Panjangkanlah umurnya
Karna aku ingin membahagiakannya
Sebelum dia tiada

Ibu . . .
Aku selalu menyayangi mu


IBU
Karya : Syaifurrahman

Ibu
Kau tlah mengandung aku
Selama 9 bulan
Kau merasakan rasa sakit
Kau membiarkan nyawamu melayang
Tapi aku harus ada di dunia ini
                        Berkatmu, aku ada dibumi ini
                        Tanpamu, aku tak bisa sebesar ini
                        Kau merawatku dengan kasih
                        Sayang tanpa balasan
Tetapi, aku selalu mengecewakanmu
Aku berani melawan, menyakitimu
Tetapi, kau tetap menganggapku
Anak yang baik
                        Ibu . . .
                        Maafkan aku, bila punya kesalahan
                        Aku sangat sayang padamu






IBU
Karya : Mariatul Qibtiah

Ibu. . . .
Jika memang dengan aku menjelma angin,
Lantas engkau dapat merasakan kesejukan itu,
Akan ku lakukan itu untukmu,
Ibu . . .
Engkau adalah segalanya bagiku
Engkau adalah belahan jiwaku
Ibu . . .
Engkau selalu menjagaku
Engkau selalu memberikan kebahagiaan untukku
Engkau telah banyak berjuang untukku,
Untuk nafasku,
Aku tak tau seberapa berharganya hidupku bila tanpamu,
Ibu ,
Hanya engkau yang istimewa dihatiku,
Hanya engkau yang sempurna dimataku,
Hanya engkau yang bias mengerti aku,
Percayalah ibu,
Aku mencintaimu dengan hati,
Dengan hati yang tak bias ku samakan dengan wanita selain mu
Dan aku menyayangimu dengan nada,
Dengan nada yang tak bisa ku harmonikan pada yang lain,




KASIH SAYANG IBU
Karya : M. Ridho

Ibu
Separuh hidupmu telah engkau berikan kepada ku
Waktumu untuk mencintai ku
Air matamu mengalir untukku
Nyawamu engkau korbankan untuk keselamatanku
                        Ibu
                        Begitu banyak cintamu untukku
                        Ketika aku menangis, engkau ulurkan tanganmu
                        Disaat aku bersedih, engkau tersenyum untukku
                        Dikala aku senang, ada tawamu untukku
Ibu
Karenanya, hanya engkau yang ada dihatiku dan
Karenanya, hanya engkau wanita yang ku sayangi
Sejuta cintaku, sejuta kasihku, sejuta perhatianku
Dan sejuta sujudku hanya untukmu
                        Ibu
                        Aku ingin menghapus airmatamu
                        Aku ingin merasakan pedihnya hatimu
                        Aku juga merasakan jika ibu sedang sedih
                        Tapi aku tak mampu berbuat seperti yang ibu lakukan kepadaku
Ibu
Aku mencintaimu karnana dengan sepenuh hati
dan jiwaku. Hanya untuk ibu seorang
ya allah
izinkan aku menggantikan kesedihan ibu dengan tawaku
ya allah
izinkan aku mengabdikan hidupku seperti sat ibu menjaga aku
ibu aku sayang kamu

_____________________________________
Catatan: Bagi siswa yang karyanya tidak terpubikasikan mungkin file yang dikirim rusak atau tidak terbaca.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar