Selasa, 27 November 2012

Antologi Puisi Kelas XII IPA 2 Kategori "TERBAIK"



Kategori Pendeklamasian Puisi “TERBAIK”
(disusun berdasarkan daftar hadir)

Ibuku segalanya bagiku
Buah karya : Annisa Eka Rukmana
Bagiku….
Ibu kau seperti mentari yang menyinari
Kau seperti rumah bagiku,
Telah engkau lewati, jalan yang penuh liku.
Kau telah korbankan jiwa dan ragamu hanya untuk ku.
Tetesan keringat telah membasahi tubuhmu
Begitupun air mata yang selalu mengalir di pipimu.
Terik mentari yang membakar dirimu,
Itu kau jadikan teman seharimu…
                   Ibu… Kau adalah pahlawan bagiku
                   Tetap terus melangkah, walau penuh rintangan.
                   Sakitpun kau biarkan.
Ibu… Senyummu adalah kebahagiaan bagiku
Tangismu adalah kesedihan untukku
                   Kasih sayangmu….
                   Seperti pancaran permata, wahai ibu…
                   Tak kan pernah terganti.
                   Pengorbananmu takkan pernah ternilai,
Kau seperti permata,
Dan kau adalah wanita yang begitu berharga dihidupku,
Ibu…..


Kau menghilang
buah karya : Ayu mila sang pencari hidayah

Aku datang dan mencarimu
Tapi disini kau tak ada
Dan kucari kau disekeliling pun tak ada
Kemana kau ibu ?
Kemana kau ibu ?

Oh tuhan dimana ibuku
Jejaknya menghilang
Tapi kenapa ada serakan kain putih
Tapi kenapa ada gumpalan – gumpalan tanah

Jantung ku, seperti laksana gondam
Yang berdegum kencang
Darah ku deras sederas hujan
Dimana engkau ibu !
Apa engkau sudah tertanam dipusaran
Kau menghilang meninggalkan rembulan
Yang merindukan punggukmu
Kulangkahkan telapak kakiku yang gontai ini
Aku bersinggah di tempat pusaran orang-orang mati
Namamu terukir, tanahmu basah
Apa ini engkau ibuku

Kakiku lumpuh, bibirku kaku
Engkau tiada, aku pun tersimpuh
Air mataku terkuras, saat ku raba pusaranmu
Innalillah, innalillah, innalillah untukmu ibu
Ibu…
Ibu…
Ibu…
Oh ibu…

Tentang ibu…
Buah karya : Maulida
Ibu…
Izinkan aku memeluk hatimu
Agar aku merasakan apa yang
Engkau rasakan…
Dari sakit tanpa menagis dan
Tanpa air mata…

Ibu…
Ajari aku mencintai
Seseorang dengan iklas…
Sebagaimana caranya
Engkau mencintai ayah selama ini…

Ibu….
Pinjamkan aku air matamu sebentar…
Untuk sebuah penyesalan saat
Aku bercerita tentangmu
Dihadapan-Mu tuhan….
Ibu…
Maafkan aku yang tak bisa memberimu apa-apa…
Aku hanya bisa meminta…
Tanpa pernah memikirkan apa
Yang engkau rasakan…

Ibu…
Maafkan lah aku…
Aku percaya di dalam hatimu selalu
Ada tangis yang tak pernah terdengar
Dan tak terlihatkan olehku…


Ibunya ibuku
Buah karya : Mega Mashur

Ibu… Kau penyiap bahan penyambung hidupku
Membersihkan penutup Maluku
Hentakan kaki untuk nasehatmu

Ibu…. Yang terlantar karna egoku
Bercucuran air bening di matamu
Melihat hinanya sikap ku

Kini sesalku, melihat kau terbujur kaku
Mata mencair dan mengalir
Lantunan do’a yang berseru merdu untukmu.

Purnamamu… Hanya satu harapan ku
Semoga kau menunggu datangnya aku


Ibu
Buah karaya : Shellawati

Aku duduk disebuah kursi yang gersang
Pandanganku tertuju pada orang di kejauhan sana
Dan senyuman yang taka sing dimataku……
          Orang yang sangat ku hargai
          Orang yang sangat ku hormati
          Orang yang sangat ku sayangi dan ku cintai
Iya…..
 Dia lah ibuku………..
          Dengan, disertai senyuman, ku hampiri ibuku
          Seiring dengan langkah terlintas di benakku…
          Atas apa yang beliau lakukan terhadap hidupku selama ini.
                   Ibu.. Yang mengandungku selama Sembilan bulan
Ibu.. Yang sudah memperjuangkan hidup dan matinya hingga ku dapat hadir di dunia ini
Ibu juga yang telah merawatku dan mendidikku dengan penuh kasih sayang
NAMUN…..
          Apakah yang ku lakukan untuk membalasnya….???
          Sering ku tutup kuping ga mau dengerin apa kata ibu….
          Sering ku bohong untuk kepuasanku….
          Sering ku lawan jika ibu marah karena kenakalanku….
Sering juga ku marah-marah jika ibu tak mengabulkan permintaan ku.
Dan bahkan sering ku mengeluarkan kata-kata kasar yang tak pantas ibu dengar di bibir ku…
Tapi….
          Apakah ibu memendam perasaan dendam terhadapku..???
TIDAK…
Tidak sama sekali….
          Ibu dapat tulus memaafkan kesalahanku
          Ibu tetap menyayangiku di setiap hembusan nafasnya…
          Bahkan ibu tetap menyebut namaku disetiap do’anya…
Ya… Tuhan….
          Betapa durhakanya aku.
          Tak sadarkah aku… bahwa
          Ibu adalah orang yang sangat berharga di hidupku
          Langkah-langkahku terhenti di hadapannya,
          Dan kupandangi ibu inci demi inci….
Badan yang dulu tegap kini mulai membungkuk
Rambut yang dulu hitam kini mulai memutih
Dan kulitnya yang dulu encang kini mulai terkeriput
Ku tatap mata ibu yang berbinar-binar…
Dan kucium tangan ibu.
          Ku peluk ibu sambil berkata….
“ibu yang ku berikan hari ini tidak akan pernah cukup untuk membalas  segala yang ibu berikan terhadap hidupku selama ini”
         
          Terima kasih ibu….
          “AKU SAYANG IBU SAMPAI AKHIR HAYATKU”



Pengorbanan ibu
Buah karya : Siti Rahmah R

Pertaruhkan hari menjemput mati
Harga sebuah nyawa seolah tak berarti
Kau berikan hidupmu untuk hidupku
Kau sembunyikan air matamu hanya untuk satu senyumku
Kau biarkan wajahmu berhiaskan debu dan keringat
Tak peduli dengan embun pagi yang menusuk jantungmu
Tak perduli dengan terik mentari yang menyengat kulitmu
Jatuh pandanganku tertunduh malu
Memohon maafmu ibu, untuk lelahmu, resahmu, kasih dan sayangmu…
Ibu…
Tak pernah sedikitpun kau mengeluh akan deritamu
Tak pernah kata lelah terucap dari mulutmu karna merawatku.
Ibu…
Kau adalah wanita terhebat yang pernah aku temui didunia ini
Kau adalah wanita terhebat yang aku miliki
Kau pahlawanku…
Kau guru besarku…
Kau segalanya bagiku…
Ibu…
Aku lahit tanpa apa-apa
Engkaulah yang mengajariku segalanya
Memebesarkanku dengan segala asa
Berharap aku kanjadi orang yang berguna
Ibu……
Ketika aku menangis dalam takut
Kau lah yang menenangkanku
Dan ketika aku jatuh sakit
Kau lah yang selalu berada disampingku
Kau menegurku ketika aku salah
Kau mengingatkanku aku lupa dan
Kau menghiburku ketika aku sedih
Kini aku telah dewasa brusaha mengajar dan meraih cita-cita
Berharap menjadi orang berguna
Bagi mu,   ibu……………………
Terima kasih ibu………….


Senyum dibalik duka.
Buah karya : Wahdah
Ibu….
Aku terlahir dari rahimmu
Aku tumbuh karena belai kasih mu
Kau memahami setiap gerak langkah ku
Kau memahami setiap tutur kataku
Kau korbankan jiwa ragamu
Di hadapanku kau tersenyum
Namun….
Di balik senyum, kau simpan berjuta kesedihan
Kekecewaan, bahkan derita
Walau lautan emas ku berikan
Takkan bisa membalas, semua jasamu
Takkan bisa mengembalikan kasih sayangmu
Bahkan…
Takkan mungkin mengembalikan air matamu
Ibu….
Kau segalanya bagiku
Tanpa mu kini ku bukan lah apa-apa
Kasih mu takkan pernah terhapus sepanjang masa
Terima kasih ibu, atas jasa mu yang sulit ku balas
Bahkan, takkan mungkin terbalas
Sekalipun oleh riwayatku



Tidak ada komentar:

Posting Komentar