Kategori Pendeklamasian Puisi “TERBAIK”
(disusun
berdasarkan daftar hadir)
Ibuku
segalanya bagiku
Buah karya : Annisa Eka Rukmana
Bagiku….
Ibu
kau seperti mentari yang menyinari
Kau
seperti rumah bagiku,
Telah
engkau lewati, jalan yang penuh liku.
Kau
telah korbankan jiwa dan ragamu hanya untuk ku.
Tetesan
keringat telah membasahi tubuhmu
Begitupun
air mata yang selalu mengalir di pipimu.
Terik
mentari yang membakar dirimu,
Itu
kau jadikan teman seharimu…
Ibu… Kau adalah pahlawan
bagiku
Tetap terus melangkah, walau
penuh rintangan.
Sakitpun kau biarkan.
Ibu…
Senyummu adalah kebahagiaan bagiku
Tangismu
adalah kesedihan untukku
Kasih sayangmu….
Seperti pancaran permata,
wahai ibu…
Tak kan pernah terganti.
Pengorbananmu takkan pernah
ternilai,
Kau
seperti permata,
Dan
kau adalah wanita yang begitu berharga dihidupku,
Ibu…..
Kau
menghilang
buah karya : Ayu mila sang pencari
hidayah
Aku datang dan
mencarimu
Tapi
disini kau tak ada
Dan
kucari kau disekeliling pun tak ada
Kemana
kau ibu ?
Kemana
kau ibu ?
Oh
tuhan dimana ibuku
Jejaknya
menghilang
Tapi
kenapa ada serakan kain putih
Tapi
kenapa ada gumpalan – gumpalan tanah
Jantung
ku, seperti laksana gondam
Yang
berdegum kencang
Darah
ku deras sederas hujan
Dimana
engkau ibu !
Apa
engkau sudah tertanam dipusaran
Kau
menghilang meninggalkan rembulan
Yang
merindukan punggukmu
Kulangkahkan
telapak kakiku yang gontai ini
Aku
bersinggah di tempat pusaran orang-orang mati
Namamu
terukir, tanahmu basah
Apa
ini engkau ibuku
Kakiku
lumpuh, bibirku kaku
Engkau
tiada, aku pun tersimpuh
Air
mataku terkuras, saat ku raba pusaranmu
Innalillah,
innalillah, innalillah untukmu ibu
Ibu…
Ibu…
Ibu…
Oh
ibu…
Tentang ibu…
Buah
karya : Maulida
Ibu…
Izinkan
aku memeluk hatimu
Agar
aku merasakan apa yang
Engkau
rasakan…
Dari
sakit tanpa menagis dan
Tanpa
air mata…
Ibu…
Ajari
aku mencintai
Seseorang
dengan iklas…
Sebagaimana
caranya
Engkau
mencintai ayah selama ini…
Ibu….
Pinjamkan
aku air matamu sebentar…
Untuk
sebuah penyesalan saat
Aku
bercerita tentangmu
Dihadapan-Mu
tuhan….
Ibu…
Maafkan
aku yang tak bisa memberimu apa-apa…
Aku
hanya bisa meminta…
Tanpa
pernah memikirkan apa
Yang
engkau rasakan…
Ibu…
Maafkan
lah aku…
Aku
percaya di dalam hatimu selalu
Ada
tangis yang tak pernah terdengar
Dan
tak terlihatkan olehku…
Ibunya
ibuku
Buah karya : Mega Mashur
Ibu… Kau
penyiap bahan penyambung hidupku
Membersihkan
penutup Maluku
Hentakan kaki
untuk nasehatmu
Ibu…. Yang
terlantar karna egoku
Bercucuran air
bening di matamu
Melihat
hinanya sikap ku
Kini sesalku,
melihat kau terbujur kaku
Mata mencair
dan mengalir
Lantunan do’a
yang berseru merdu untukmu.
Purnamamu…
Hanya satu harapan ku
Semoga kau
menunggu datangnya aku
Ibu
Buah karaya
: Shellawati
Aku
duduk disebuah kursi yang gersang
Pandanganku
tertuju pada orang di kejauhan sana
Dan
senyuman yang taka sing dimataku……
Orang yang sangat ku hargai
Orang yang sangat ku hormati
Orang yang sangat ku sayangi dan ku
cintai
Iya…..
Dia lah ibuku………..
Dengan, disertai senyuman, ku hampiri ibuku
Seiring dengan langkah terlintas di
benakku…
Atas apa yang beliau lakukan terhadap
hidupku selama ini.
Ibu.. Yang mengandungku
selama Sembilan bulan
Ibu.. Yang
sudah memperjuangkan hidup dan matinya hingga ku dapat hadir di dunia ini
Ibu juga yang
telah merawatku dan mendidikku dengan penuh kasih sayang
NAMUN…..
Apakah yang ku lakukan untuk
membalasnya….???
Sering ku tutup kuping ga mau dengerin
apa kata ibu….
Sering ku bohong untuk kepuasanku….
Sering ku lawan jika ibu marah karena
kenakalanku….
Sering juga
ku marah-marah jika ibu tak mengabulkan permintaan ku.
Dan bahkan
sering ku mengeluarkan kata-kata kasar yang tak pantas ibu dengar di bibir ku…
Tapi….
Apakah ibu memendam perasaan dendam
terhadapku..???
TIDAK…
Tidak
sama sekali….
Ibu dapat tulus memaafkan kesalahanku
Ibu tetap menyayangiku di setiap
hembusan nafasnya…
Bahkan ibu tetap menyebut namaku
disetiap do’anya…
Ya…
Tuhan….
Betapa durhakanya aku.
Tak sadarkah aku… bahwa
Ibu adalah orang yang sangat berharga
di hidupku
Langkah-langkahku terhenti di
hadapannya,
Dan kupandangi ibu inci demi inci….
Badan
yang dulu tegap kini mulai membungkuk
Rambut
yang dulu hitam kini mulai memutih
Dan
kulitnya yang dulu encang kini mulai terkeriput
Ku
tatap mata ibu yang berbinar-binar…
Dan
kucium tangan ibu.
Ku peluk ibu sambil berkata….
“ibu yang ku
berikan hari ini tidak akan pernah cukup untuk membalas segala yang ibu berikan terhadap hidupku
selama ini”
Terima kasih ibu….
“AKU SAYANG IBU SAMPAI AKHIR HAYATKU”
Pengorbanan
ibu
Buah karya :
Siti Rahmah R
Pertaruhkan
hari menjemput mati
Harga
sebuah nyawa seolah tak berarti
Kau
berikan hidupmu untuk hidupku
Kau
sembunyikan air matamu hanya untuk satu senyumku
Kau
biarkan wajahmu berhiaskan debu dan keringat
Tak
peduli dengan embun pagi yang menusuk jantungmu
Tak
perduli dengan terik mentari yang menyengat kulitmu
Jatuh
pandanganku tertunduh malu
Memohon
maafmu ibu, untuk lelahmu, resahmu, kasih dan sayangmu…
Ibu…
Tak
pernah sedikitpun kau mengeluh akan deritamu
Tak
pernah kata lelah terucap dari mulutmu karna merawatku.
Ibu…
Kau
adalah wanita terhebat yang pernah aku temui didunia ini
Kau
adalah wanita terhebat yang aku miliki
Kau
pahlawanku…
Kau
guru besarku…
Kau
segalanya bagiku…
Ibu…
Aku
lahit tanpa apa-apa
Engkaulah
yang mengajariku segalanya
Memebesarkanku
dengan segala asa
Berharap
aku kanjadi orang yang berguna
Ibu……
Ketika
aku menangis dalam takut
Kau
lah yang menenangkanku
Dan
ketika aku jatuh sakit
Kau
lah yang selalu berada disampingku
Kau
menegurku ketika aku salah
Kau
mengingatkanku aku lupa dan
Kau
menghiburku ketika aku sedih
Kini
aku telah dewasa brusaha mengajar dan meraih cita-cita
Berharap
menjadi orang berguna
Bagi
mu, ibu……………………
Terima
kasih ibu………….
Senyum
dibalik duka.
Buah karya :
Wahdah
Ibu….
Aku
terlahir dari rahimmu
Aku
tumbuh karena belai kasih mu
Kau
memahami setiap gerak langkah ku
Kau
memahami setiap tutur kataku
Kau
korbankan jiwa ragamu
Di
hadapanku kau tersenyum
Namun….
Di
balik senyum, kau simpan berjuta kesedihan
Kekecewaan,
bahkan derita
Walau
lautan emas ku berikan
Takkan
bisa membalas, semua jasamu
Takkan
bisa mengembalikan kasih sayangmu
Bahkan…
Takkan
mungkin mengembalikan air matamu
Ibu….
Kau
segalanya bagiku
Tanpa
mu kini ku bukan lah apa-apa
Kasih
mu takkan pernah terhapus sepanjang masa
Terima
kasih ibu, atas jasa mu yang sulit ku balas
Bahkan,
takkan mungkin terbalas
Sekalipun
oleh riwayatku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar